Minggu, 28 Juli 2013

Misi Umat Allah Part 1





MISI UMAT ALLAH
(Christopher J.H. Wright)
Allah menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan yang baik, apapun itu. Maksud dan tujuanNya  adalah misiNya untuk kita. Lalu siapakah pemilik misi itu? Tentu jawabannya adalah milik Allah, Sang pencipta kita. Misi muncul dari hati Allah itu sendiri, dan dikomunikasikan dari hatiNya kepada hati kita. Misi kita mengalir dari misi Allah, dan misi Allah ada demi seluruh dunia milikNya, bahkan seluruh ciptaanNya. Tetapi pada akhirnya, misi adalah urusan loyalitas. Misi umat Allah mesti diawali dan diakhiri dengan komitmen penuh kepada Allah, sang pemilik misi yang didalamnya kita ikut serta oleh karena panggilanNya. Menguasai dan melayani ciptaan adalah misi pertama umat manusia dibumi. Menyelamatkan orang berdosa adalah misi Yesus dan makna salib. Jika salib Kristus adalah kabar baik bagi seluruh ciptaan, maka misi kita harus mencakup menjadi dan membawa kabar baik ke seluruh ciptaan.
Abraham sebagai teladan bagi misi kita. Apakah yang Abraham lakukan terhadap janji dan perintah Allah? Hal yang Abraham lakukan adalah berangkat, percaya, dan menaati. Bagaimana Abraham akan menjadi suatu berkat bagi bangsa-bangsa? Jawabannya adalah hanya mempercayai dan menaati Allah saja.
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam Kerajaan AnakNya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa (Kol 1: 13-14). Penebusan adalah tindakan Allah dimana Dia berdiri sebagai pahlawan besar dari umatNya, menegakkan kuasaNya yang luar biasa, dan membayar sepenuhnya harga harga untuk membebaskan mererka dari semua yang menentang dan menindas mereka. Apa respon kita terhadap penebusan Allah? Responnya adalah sukacita dan rasa syukur kepada Allah. Namun yang menjadi masalah terpenting adalah menjaga agar salib tetap sentral bagi semua misi kita. Dengan kekuatan apa kita kompeten untuk memegang kuasa kejahatan? Atas dasar apa kita berani menantang rantai iblis, melalui perkara dan perbuatan dalam kehidupan spiritual, moral, fisik, dan sosial kita? Hanya melalui salib. Hanya dalam salib ada pengampunan, pembenaran, dan pembasuhan bagi orang-orang berdosa. Hanya dalam salib terjadi kemenangan atas kuasa kejahatan. Hanya dalam salib ada pelepasan dari rasa takut akan kematian dan penghancurannya sama sekali pada akhirnya. Hanya dalam salib musuh-musuh yang paling keras kepala bisa diperdamaikan. Hanya dalam salib kita akhirnya menyaksikan penyembuhan seluruh ciptaan. Pada akhirnya semua yang akan disana dalam ciptaan baru yang telah ditebus akan ada disana karena salib. Dan sebaliknya, semua tidak akan disana (penderitaan, air mata, dosa, iblis, penyakit, penindasan, kebusukan, kerusakan, kematian), tidak akan ada disana karena semua telah dikalahkan dan dihancurkan oleh salib. “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar