MISI UMAT ALLAH
(Christopher
J.H. Wright)
Allah menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan
yang baik, apapun itu. Maksud dan tujuanNya adalah misiNya untuk kita. Lalu siapakah pemilik
misi itu? Tentu jawabannya adalah milik Allah, Sang pencipta kita. Misi muncul
dari hati Allah itu sendiri, dan dikomunikasikan dari hatiNya kepada hati kita.
Misi kita mengalir dari misi Allah, dan misi Allah ada demi seluruh dunia
milikNya, bahkan seluruh ciptaanNya. Tetapi pada akhirnya, misi adalah urusan
loyalitas. Misi umat Allah mesti diawali dan diakhiri dengan komitmen penuh
kepada Allah, sang pemilik misi yang didalamnya kita ikut serta oleh karena
panggilanNya. Menguasai dan melayani ciptaan adalah misi pertama umat manusia
dibumi. Menyelamatkan orang berdosa adalah misi Yesus dan makna salib. Jika
salib Kristus adalah kabar baik bagi seluruh ciptaan, maka misi kita harus
mencakup menjadi dan membawa kabar baik ke seluruh ciptaan.
Abraham sebagai teladan bagi misi kita. Apakah yang
Abraham lakukan terhadap janji dan perintah Allah? Hal yang Abraham lakukan
adalah berangkat, percaya, dan menaati. Bagaimana Abraham akan menjadi suatu
berkat bagi bangsa-bangsa? Jawabannya adalah hanya mempercayai dan menaati
Allah saja.
Ia telah
melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam Kerajaan
AnakNya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu
pengampunan dosa (Kol 1: 13-14).
Penebusan adalah tindakan Allah dimana Dia berdiri sebagai pahlawan besar dari
umatNya, menegakkan kuasaNya yang luar biasa, dan membayar sepenuhnya harga
harga untuk membebaskan mererka dari semua yang menentang dan menindas mereka.
Apa respon kita terhadap penebusan Allah? Responnya adalah sukacita dan rasa
syukur kepada Allah. Namun yang menjadi masalah terpenting adalah menjaga agar salib tetap sentral bagi semua
misi kita. Dengan kekuatan apa kita kompeten untuk memegang kuasa
kejahatan? Atas dasar apa kita berani menantang rantai iblis, melalui perkara
dan perbuatan dalam kehidupan spiritual, moral, fisik, dan sosial kita? Hanya
melalui salib. Hanya dalam salib ada pengampunan, pembenaran, dan pembasuhan
bagi orang-orang berdosa. Hanya dalam salib terjadi kemenangan atas kuasa
kejahatan. Hanya dalam salib ada pelepasan dari rasa takut akan kematian dan
penghancurannya sama sekali pada akhirnya. Hanya dalam salib musuh-musuh yang
paling keras kepala bisa diperdamaikan. Hanya dalam salib kita akhirnya
menyaksikan penyembuhan seluruh ciptaan. Pada akhirnya semua yang akan disana
dalam ciptaan baru yang telah ditebus akan ada disana karena salib. Dan
sebaliknya, semua tidak akan disana (penderitaan, air mata, dosa, iblis,
penyakit, penindasan, kebusukan, kerusakan, kematian), tidak akan ada disana
karena semua telah dikalahkan dan dihancurkan oleh salib. “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi
orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun
rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar